Jangan Bingung! Ini Dia Waktunya Tepat Untuk Mengganti Busi Motor Anda

JAKARTA, - Walaupun ukurannya mungil, namun ketika membicarakan tentang fungsinya serta peran komponen busi dalam sepeda motor, tidak boleh diremehkan. Ini dikarenakan secara langsung memengaruhi aspek kinerja mesin.

Sebagaimana dijelaskan, busi merupakan bagian yang mempunyai umur simpan tertentu. Apabila kinerjanya sudah tidak maksimal, entah disebabkan oleh kerusakan atau akibat penuaan, maka secara otomatis perlu diganti.

Walaupun begitu, masih terdapat banyak pengendara sepeda motor yang kebingungan tentang kapan waktunya untuk menggantikan businya. Ada juga beberapa orang yang bahkan memakainya selama bertahun-tahun.

Diko Oktovianto, ahli dukungan teknis pasca produksi PT Niterra Mobility Indonesia (NMI) yang memproduksikan busi NGK, menyebutkan bahwa terdapat beberapa metode yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menggantikan busi sepeda motor.

Pertama kali lihat adalah jarak tempuh atau kilomternya (km). Metode ini merupakan acuan utama dan sebenarnya telah dicantumkan dalam panduan yang disediakan oleh dealer.

"Sebaiknya harus diganti antara 6.000 km hingga 10.000 km. Cara paling sederhana adalah dengan memperhatikan frekuensi pergantian minyak mesin; biasanya businya perlu diganti setelah melakukan pergantian minyak mesin sebanyak dua kali," papar Diko beberapa saat yang lalu.

Berikutnya berdasarkan feeling Metode ini dapat dijalankan berdasarkan sejumlah situasi yang menunjukkan penurunan kinerja busi.

Misalnya, sepeda motor yang menjadi sulit untuk dinyalakan, kemudian mungkin juga disebabkan oleh tarikannya yang terasa kurang berdaya atau tidak seperti sediakala.

Untuk metode ini, Diko mengusulkan bahwa penggantian busi dapat dilakukan tanpa harus menunggu mencapai jarak 6.000 km.

Akhirnya, pengguna sepeda motor dapat memeriksa keadaan spark plug-nya dengan mengeluarkannya dari lubang kepala silinder. Teliti secara visual khusus pada komponen elektroda tersebut.

"Silakan cek komponen elektroda. Apabila bentuknya telah berubah menjadi oval bukan lagi persegi panjang dan terdapat banyak deposit karbon, dapat disimpulkan bahwa busi tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda keausan dan harus segera digantikan," jelas Diko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar