Banyak ibu baru merasa kebingungan dalam menangani bayinya, terutama soal waktu menyusu dan pola tidurnya. Untuk mempercepat proses penyesuaian, mari kita pahami tentang rutinitas tidur si bayi yang diberikan ASI dengan benar, ya bunda.
Sejak kelahiran, seorang bayi cenderung lebih sering tertidur dan hanya bangun saat lapar untuk menyusui. Dengan bertambahnya umur mereka, durasi tidur berkurang akibat peningkatan jumlah kegiatan yang dijalani.
Waktu tidur bayi yang menyusu berdasarkan tahapannya
Bayi yang kekurangan tidur umumnya lebih mudah menjadi rewel, Bu. Biasanya, banyak ibu tidak menyadarinya karena belum mengerti tentang rutinitas tidur bayi yang diberi ASI sesuai dengan usia mereka.
Bayi yang baru dilahirkan kebanyakan tertidur karena mereka harus menimbun tenaga demi pertumbuhan. Biasanya, si kecil akan beristirahat selama sekitar 60% dari waktu mereka. Ini bisa mendukung perkembangan otak bayi serta membuat mereka cukup terjaga agar bisa dimasukkan ASI atau susu formula secara rutin.
|
Apakah Itu Normal Jika Bayi Tidak Menyusu Dalam Rentang Waktu 6 Jam?
|
Sepanjang bertambahnya umurnya, si kecil akan semakin lama tertidur pulas dan semakin singkat waktunya dalam tidur dangkal. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang ritme tidur anak serta durasi istirahat yang mereka butuhkan, Anda dapat merujuk pada petunjuk di bawah ini:
1. Anak usia 0-2 bulan - 2 bulan
Seorang bayi yang baru dilahirkan umumnya perlu beristirahat selama 14 hingga 18 jam dalam satu hari. Pada malam harinya, mereka bisa tertidur nyenyak antara delapan sampai sepuluh jam. Pola siklus siang dan malam pada anak tersebut masih belum terbentuk dengan baik.
Selain itu, perut mereka memang masih kecil sehingga sering kali harus makan dalam jumlah banyak bahkan pada waktu malam. Sebenarnya, bayi yang baru dilahirkan dan disusui biasanya terbangun tiap 2 sampai 3 jam sekali untuk menyusu, sedangkan bayi yang diberikan susu formula cenderung terjaga setiap 3 hingga 4 jam sekali.
2. Bayi 3 bulan
Bayi di bawah usia 3 bulan tidur antara 11 dan 18 jam per hari secara total ya, Bunda. Bayi baru lahir yang disusui bangun sekitar setiap 2 hingga 3 jam dan bayi yang diberi susu formula bangun sekitar setiap 3 hingga 4 jam.
3. Bayi 4 bulan
Pada saat bayi telah mencapai umur 4 bulan, mereka mulai menyesuaikan diri dengan pola siang dan malam, yang membuat waktu tidur di siang dan malam menjadi lebih teratur. Pada tahap ini, bayi biasanya tertidur selama antara 12 sampai 16 jam setiap harinya. Kemungkinannya adalah mereka akan mengawali aktivitasnya sedikit lebih cepat dari sebelumnya. Sebagian besar bayi berumur tersebut cenderung memulai rutinitas harian mereka kira-kira pada pukul enam pagi.
4. Bayi 6 bulan
Pada saat bayi berusia empat bulan, mereka sudah menyelesaikan fase yang dikenal sebagai trimester keempat. Pada tahap ini, mereka cenderung mulai tidur lebih tenang dengan durasi istirahat mencapai antara 12 sampai 16 jam setiap harinya, sesuai informasi dari situs tersebut. Happiest Baby.
5. Bayi 9â12 bulan
Di umur segini, sebagian buah hati mungkin sudah merasakan rasa cemas terkait pisah tempat atau waktu beristirahat. Di sisi lain, ada juga yang tengah betah mencicipi kemampuan baru mereka jadi agak susah untuk ditenangkan. Durasi istirahat ideal di tahap ini adalah antara 12 sampai dengan 16 jam setiap harinya. Biasanya, si kecil mulai aktif menjelang pukul 06:00-07:00 WIB di pagi hari.
5 Dampak jika ASI Bayi Kurang Tidur
Mengatur pola tidur yang cukup untuk si kecil akan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka menjadi optimal, Bu. Oleh karena itu, di samping asupan gizi, bayi pun harus mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.
Sebagaimana telah dikenal, kekurangan tidur bisa menghasilkan sejumlah permasalahan seperti penghambatan perkembangan otak, kesulitan dalam pembelajaran, serta timbulnya emosi negatif dengan intensitas lebih tinggi. Kondisi tersebut pun mampu memicu gangguan terhadap kontrol berat badan, hambatan pertumbuhan, dan kenaikan frekuensi sakit.
Tidur yang cukup merujuk pada waktu istirahat yang diperoleh agar dapat terbangun di awal hari dengan rasa fresh dan bisa menjaga stamina selama seharian penuh. Durasi tidur yang ideal bagi si kecil termasuk dalam jangkauan spesifik serupa dengan orang dewasa. Masing-masing anak cenderung membutuhkan jam tidur yang unik daripada teman-temannya sesuai usia mereka.
Berikut ini adalah konsekuensi apabila durasi istirahat malam anak Anda kurang sesuai dengan umurnya: 1. Perubahan pola tidur dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan mereka. 2. Kekurangan jam tidur bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan imun atau metabolisme. 3. Anak mungkin akan mengalami kesulitan berkonsentrasi di sekolah. 4. Mereka cenderung menjadi lebih mudah tersinggung atau emosional. Ingatlah bahwa setiap tahap usia memiliki kebutuhan spesifik dalam hal jumlah waktu untuk tidur agar tetap bugar dan siaga.
1. Kekurangan tidur mengurangi kekebalan tubuh
Badan anak-anak tak bisa mempertarungkan flu atau serangan bakteri dengan mudah seperti ketika terkena flu biasa. Kekebalan tubuh mereka cenderung berjuang lebih keras dalam menghilangkan setiap jenis infeksi tersebut. Ketika si kecil tertidur, respon panas badannya menjadi lebih optimal. Oleh karena itu, demam nampaknya makin meningkat pada waktu malam hari.
Panas badan adalah indikasi yang menunjukkan bahwa tubuh tengah berusaha menghadapi suatu infeksi. Apabila seorang anak kekurangan waktu tidur, respons panas badannya mungkin tak berkembang dengan baik dan mereka pun bakal kesulitan memerangi infeksi seperti layaknya bila mereka mendapatkan cukup rest.
2. Kekurangan tidur menghalangi kapabilitas pembelajaran
Kekurangan tidur bisa memberikan dampak buruk pada proses pembelajaran seorang anak. Anak-anak yang kurang istirahat cenderung bergerak lebih lamban dalam menyerap informasi karena kesulitan untuk memori perkataan sang guru maupun isi dari teks yang telah dibacanya.
Mereka cenderung kesulitan berkonsentrasi, serta dapat menghambat proses pembentukan dan pengambilan kembali kenangan jangka panjang. Apabila si kecil tidak mendapatkan cukup istirahat, otak mereka akan menunjukkan pola aktivitas listrik mirip dengan saat tertidur, sehingga menyebabkan anak menjadi lesu di tengah pelajaran sebagaimana dilansir dari situs tersebut. Healthcare.
3. Kekurangan istirahat malam berhubungan dengan kelebihan berat badan pada anak.
Terkait masalah obesitas, telah diamati bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi overweight atau gemuk. Fenomena tersebut erat hubungannya dengan perubahan level hormone serta dampaknya pada persepsi rasa lapar. Ketika anak merasakan keletihan, mereka cenderung memakan porsi lebih besar akibat meningkatnya produksi hormon yang menstimulasi nafsu makan sementara hormon lain yang biasanya membantu mengendalikan rasa lapar malah turun.
4. Terhambatnya Pertumbuhan serta Perkembangan Anak Seumur Bayi
Saat tertidur, otak pun memberikan istirahat pada neuronnya yang sedang bekerja serta merancangkan rute-rute baru untuk dapat menyongsong hari esok dengan baik. Bagi bayi, anak-anak, dan remaja, kelenjar pituitari akan melepaskan hormon pertumbuhan saat mereka terlelap. Selain itu, ketika seseorang tidur, tubuh secara bersamaan mensintesis protein guna membantu sel-sel dalam proses perbaikannya.
Kekurangan tidur bisa menyebabkan otak menjadi lelah, yang mengakibatkan kemampuannya menyelesaikan fungsinya berkurang. Untuk bayi, rentang usia 0 hingga 12 bulan adalah saat pertumbuhan paling pesat sepanjang hayat mereka, dimana penting bagi mereka memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas pada tahap ini agar mendukung proses tersebut, sesuai kutipan dari situs web tersebut. Littleones.
5. Meningkatkan risiko diabetes
Kurang tidur juga menurunkan kadar hormon yang disebut leptin, yang memberi tahu otak bahwa seseorang sudah cukup makan, yang menyebabkan peningkatan berat badan. Kurang tidur mendorong tubuh untuk melepaskan kadar insulin yang lebih tinggi setelah makan, yang meningkatkan penyimpanan lemak dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Kapan harus ke dokter?
Bila sang buah hati selalu kekurangan tidur akibat berbagai sebab apapun, khususnya di waktu malam, jangan lupa bahwa kondisi tersebut merugikan bagi pertumbuhan dan perkembangannya, Bu.
Maka dari itu, cepatlah aturlah janji untuk berkonsultasi bersama dokter sebelum kondisi medis pada si Kecil menghalangi dia menikmati tidur yang pulas. Dengan demikian, anak Anda bisa langsung memperoleh perawatan optimal sehingga waktu istirahat mereka menjadi lebih terstruktur seperti anjuran yang disarankan.
Bagaimana Mengatur Jam Tidur Bayi Agar Bisa Mendapatkan Cukup Asi
Studi menyatakan bahwa kebanyakan bayi akan tetap bangun sekali atau dua kali setiap malam ketika berumur 6 hingga 12 bulan, tidak peduli apakah mereka di ASI atau susu formula. Tambahan pula, mereka bisa saja terjaga secara acak dan memerlukan kenyamanan bila sedang menghadapi masalah tidur.
Benar sekali, Bunda. Untuk menjamin tumbuh kembang si kecil berjalan dengan baik, dia harus mencapai jumlah waktu istirahatnya penuh setiap harinya. Simak beberapa langkah di bawah untuk membantu Anda menjaga rutinitas tidur sang buah hati dan pastikan ia selalu menerima asupanASI yang cukup dari Bunda: 1. 2. 3. 4. Mari kita bahas lebih lanjut tentang tips tersebut sekarang juga, Bunda!
1. Jaminan bahwa ASI diberikan dengan jumlah memadai selama siang hari harus dilakukan
Di antara umur 6 hingga 8 bulan, mayoritas bayi harus menjaga asupan ASI mereka pada tingkat yang sama dan kemungkinan belum waktunya untuk mengakhiri pemberian ASI. Kebanyakan bayi yang diberi susu ibu tak bisa langsung meningkatkan frekuensi menyusu namun menurunkannya, karena biasanya setiap ibu hanya dapat menghasilkan kira-kira 3,5 ons per sesi penyusuan.
Bayi yang diberikan ASI memerlukan jadwal menyusu yang konsisten agar dapat menjaga konsumsi totalnya sekitar 27 ons dalam waktu 24 jam sampai akhirnya bisa menikmati makanan berbasis zat gizi dengan baik.
2. Pastikan bahwa si kecil mengonsumsi makanan pendamping ASI yang kaya akan gizi.
Sebelum mencapai usia 6 bulan, studi tersebut tidak mengungkapkan adanya keuntungan tertentu ketika memberikan makanan padat pada waktu tidurnya. Namun, setelah berusia lebih dari 6 bulan, meningkatkan porsi konsumsi makanan padat nampaknya mendukung proses penyapihan anak-anak di malam hari; walaupun demikian, kemungkinan besar mereka tetap akan bangun karena sebab-sebab yang lain.
Bayi ber-BMI rendah akan mendapat keuntungan tertentu dari pemberian makanan bernutrisi tinggi yang disajikan segera setelah pemeliharaan ASI sesuai kutipan dari situs web tersebut. Lknbreastfeedingsolutions.
3. Punya jadwal tidur yang teratur dan tetap
Mayoritas anak usia 6 hingga 12 bulan membutuhkan tidur siang dua kali setiap hari. Menyediakan jadwal aktivitas, istirahat siang, serta waktu tidur yang teratur bisa membuat pola tidur mereka pada malam hari lebih terprediksi. Penting pula bagi bayi tersebut untuk tidur siang dalam lingkungan gelap dan tenang. Usahakan memberikan susu kepada bayi itu sebelum ia tidur siang agar dia merasa ngantuk namun belum tertidur sepenuhnya.
Saran untuk Menciptakan Kualitas Tidur Bayi yang Baik
Berikut adalah sejumlah saran untuk mendukung bayi dalam mengembangkan rutinitas tidur yang baik, Bunda: 1. Tetapkan jadwal tidur konsisten. 2. Buat lingkungan tidur yang tenang dan nyaman. 3. Hindari stimulasi berlebih menjelang waktu tidur. 4. Terapkan ritual jelang tidur seperti membaca buku atau bernyanyi lagu pengantar tidur. Semoga bermanfaat!
1. Kenali indikasi kelelahan pada si bayi
Bayi akan memberitahukan ketika mereka perlu istirahat. Amati ciri-ciri biasa di bawah ini yang menandakan jika mereka sedang mengantuk, misalnya dengan mengusap mata, bersenderan, menjadi lebih mudah tersinggung, atau bahkan menjauh dari Anda.
2. Susun pola tidur siang dan malam untuk bayi tersebut.
Mulai sejak bayi berumur dua minggu, usahakan untuk mendidik mereka tentang perbedaan antara waktu tidur di malam hari dan waktu bermain di siang hari. Pada saat siang, pastikan bayi Anda selalu aktif dan menaruh minat pada hal-hal baru. Coba dorong agar mereka tidak langsung tertidur setelah makan, namun bila masih sulit dipisahkan dari kebiasaannya itu, biarkan saja ia tidur siang sesuai dengan keinginannya.
3. Bedakan waktu makannya dengan waktunya tidur
Setelah lewat satu bulan, coba jangan biarkan si kecil Anda terlelap ketika Anda memberinya susu atau membawanya berjalan-jalan. Anak-anak bisa saja hanya menelan secuil makanannya, kemudian tertidur singkat dan bangun kembali untuk melanjutkannya. Hal serupa juga dapat mereka ulangi berkali-kali.
Apabila bayi tertidur dan tetap tidur ketika sedang disusui, berhenti dan letakkan mereka di ranjang sebagaimana yang dipaparkan dalam situs web tersebut. Webmd.
4. Hindari membangunkan bayi untuk makan susu sejak usia 2 bulan
Apabila si bayi dalam kondisi baik dan peningkatan bobotnya normal, Biasanya Ibu tak perlu membangunkannya pada malam hari untuk makan susu lagi ketika sudah mencapai umur 2 bulan.
Ibu harus membangunkan bayi tersebut ketika mereka cenderung tidur lebih lama pada siang hari dibandingkan dengan malam hari dan melewati jadwal menyusu siangnya. Atau, jika mereka tidak mau menyusu selama lebih dari 4 jam saat siang hari. Dalam hal ini, Ibu sebaiknya membangunkan bayi untuk menyusu namun mungkin akan lebih efektif merombak rutinitas siang harinya bukannya terus-menerus membangunkannya.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk Bunda yang ingin berbagi pengalaman tentang parenthood sambil memiliki kesempatan memenangkan hadiah-hadiah menarik, silakan bergabung dengan komunitas Squad. Untuk mendaftar, cukup klik link ini. SINI . Gratis!
10 Tips Membangkitkan Si Kecil agar Berhenti Tidur dan Siap menyusui, Hindari Biarkan Dia Tersenyum Lagi
Rencana Memberikan ASI dan MPASI pada Bayi Agar Tak Cepat Kenyang dan Sulit Makan
Inilah Tips dari Olivia Sumargo agar ASI untuk Bayi Biel Tetap Terpenuhi Meski Keluar Selama Satu Hari, Bunda Boleh Mengikuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar