2 Peluru Kendali dari Lebanon Menuju Israel: Satu Gagal Dicegah

TEL AVIV, Dua peluru kendali diluncurkan dari Lebanon menuju area Israel. Sesuai pernyataan militer Israel pada hari Jumat (28/3/2025), salah satu rudal tersebut berhasil ditangkap.

Namun, sebuah roket lainnya tidak dapat ditangkap dan akhirnya jatuh ke wilayah Lebanon.

"Sesudah siren peringatan terdengar, dua rudal dideteksi berasal dari Lebanon; salah satunya dapat ditangkap, sedangkan yang lainnya mengenai target di Lebanon," demikian disampaikan militer Israel melalui pernyataan resmi mereka.

Peristiwa baru-baru ini telah mengundang kritik dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kepada kelompok bersenjata di Lebanon untuk tidak melancarkan aksi tambahan.

"Bila tak terdapat kedamaian di daerah Galilea, maka takkan ada pula kedamaian di Beirut," ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Seperti diketahui, peluncuran roket terbaru itu dilakukan beberapa jam setelah serangan Israel yang mengakibatkan kematian enam orang di wilayah selatan Lebanon.

Israel menyatakan bahwa serangan itu menargetkan operasi kelompok Hizbullah.

Sebelumnya, Israel sudah melancarkan berbagai serangan di wilayah selatan Lebanon walaupun terdapat gencatan senjata pada bulan November antara Israel dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran usai hampir 15 bulan konflik bersenjata.

Pada saat yang sama, petinggi Lebanon menyebut bahwa akhir pekan kemarin telah terjadi peningkatan tensi tertinggi sejak perjanjian damai.

Ternyata, serbuan militer Israel ke daerah selatan sudah mengakibatkan kematian sembilan jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar