Viral: Ribuan Warga Kampung Jadi Bintang TikTok, Joget untuk Dapat Saweran, Mengubah Cara Berladang

Video yang menampilkan sejumlah besar warga tari-tarian secara langsung di TikTok menjadi perbincangan hangat di platform-media sosial. Di dalam klip tersebut, terlihat banyak orang bergoyang riang di hadapan layar.

Disampaikan bahwa sejumlah warga itu terdiri atas para petani dari sebuah desa.

Namun mereka perlahan beralih profesi menjadi live streamer TikTok.Video aksi puluhan warga joget wadiwaw demi live TikTok tersebut viral dibagikan akun TikTok @Aalay85.

Video itu kemudian diposting kembali oleh akun Instagram @fakta.indo pada hari Rabu, 2 April 2025.

Di dalam video yang menyebar secara luas terlihat keramaian dengan sejumlah besar penduduk berkumpul di daerah permukiman mereka.

Mereka berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil sambil mengawasi layarnya masing-masing.

Setiap grup orang itu memiliki anggota yang menari dengan antusias dan juga saling berkomunikasi melalui layar ponsel mereka.

Kehadiran warga yang berkumpul itu tampak menghasilkan kebisingan seolah-olah mereka sedang berada di pasar.

Terdengar sejumlah warga tersebut berjoget sembari bernyanyi wadidaw.

Terlihat sekelompok penduduk menari dan berkomunikasi melalui layar ponsel mereka yang sedang melakukan siaran langsung di TikTok.

Berdasarkan cerita yang tersebar, belasan penduduk dengan gembira ikut menari "wadidaw" itu ternyata merupakan para petani yang kemudiannya menjadi penyiar langsung (live streamer).

Harapannya adalah untuk menerima sumbangan dari para pemakai TikTok yang memberikan tip.

Tiba-tiba saja peristiwa itu menjadi bahan olok-olok bagi para pengguna internet yang meratapi dan terkejut atas keadaannya.

Video peristiwa di mana sekelompok orang dipergoki berganti profesi lalu dengan serentak menari wadidaw mendapat perhatian dari para pengguna internet.

Beberapa pengguna media sosial merasa sedih dan terkejut menyaksikan kondisi penduduk di sekitar kampung itu.

Berdasarkan laporan, sejumlah penduduk itu terletak di Desa Cikembar yang berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berikut beragam komentar netizen:

ariefsatria_

Sungguh menyedihkan melihat para petani terpaksa tampil di depan kamera sambil menari untuk mempertahankan kehidupan mereka. Mereka tidak mencari perhatian, namun berjuang demi mendapatkan makanan. Seharusnya kita dapat lebih peka dan membantu agar mereka masih memiliki harapan tanpa menghilangkan jati dirinya.

mauzanaf "Ada baiknya indonesia mengikuti langkah canada, blokir aplikasi problematik dan tempat berkumpulnya sdm rendah "tiktod""

Petani-petani tersebut memahami dengan jelas bahwa harga pupuk tidak sesuai dengan upaya yang mereka berikan serta hasil yang didapatkan.

didieth_ramone "Untuk yang sudah menonton siaran langsung ini, pertanyaanku adalah apa kelebihannya?"

fitiafilia "Di sinilah dia mengerti alasan di balik tingginya angka pengangguran di Jawa Barat."

"Permintaan bantuan daring, Indonesia resah," demikian berbagai komentar warganet menulis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kampung Margasari di desa Bojongkembar, kecamatan Cikembar, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pernah mengalami masa tenang setelah penangkapan Gunawan Sadbor oleh pihak kepolisian.

Iya, penduduk desa hampir panik dan enggan mengulangi pengalaman itu setelah kejadian tersebut.

Mereka sekarang telah kembali aktif dalam siaran langsung di TikTok.

Diketahui, Gunawan diduga terlibat mempromosikan judi online dengan berjoget ayam patuk secara live di TikTok.

Sebenarnya, dengan menari secara langsung di TikTok, Gunawan dan para penduduk desa menerima banyak sumbangan setiap hari.

Dua konten kreator dari kepolisian yang telah dikenal oleh masyarakat umum, yakni Ipda Herman Hadi Basuki alias Pak Bhabin dan juga Aipda Monang Parlindungan (MP) Ambarita, kemudian mengunjungi desa itu guna menyampaikan edukasi tentang ancaman perjudian daring.

Kemudian mereka bertemu dengan penduduk setempat yang biasa menari Sadbor langsung di TikTok.

Untuk menghindari membuat atmosfer jadi kaku, Pak Bhabin beserta Ambarita kemudian ikut bergoyah-goyang atau dance bersama-sama dengan mereka.

"Seharusnya ini tempat yang penuh dengan orang, kenapa tiba-tiba menjadi sunyi?" tanya Pak Bhabin sambil berbicara pada salah satu penduduk setempat.

"Takut," ujar warga tersebut.

Takutnya orang-orang bermula dari penahanan Gunawan.

Gunawan pernah ditetapkan sebagai tersangka lantaran dicurigai terlibat dalam promosi judi daring akibat tarian Sadbor-nya yang viral di TikTok.

Ambarita kemudian menyatakan bahwa aktivitas siaran langsung di TikTok diperbolehkan, namun tidak boleh digunakan sebagai sarana promosi perjudian daring.

Bapak Bhabin pun menekankan tentang ancaman akibat perjudian daring bagi masyarakat umum.

Perjudian daring sungguh berbahaya, karena uang seharusnya untuk membeli susu, membayar pendidikan, dan kebutuhan pangan malah digunakan untuk perjudian daring, akibatnya akan sangat besar.

"Pasca kejadian seperti orangsampai mengakhiri hidup mereka, menjual anak-anak mereka, dan lain-lain. Kami tidak mendukung hal tersebut," ungkap Pak Bhabin, demikian dilaporkan oleh Tribun Jakarta.

Sebelumnya, tiap kali ingin bergoyang bersama, warga senantiasa membuka acara dengan intro yang unik tersebut.

"Beras sudah habis, langsung cari solusinya," kata penduduk, setelah itu mereka mulai menari.

Warga ikut bergoyang bersama Pak Bhabin dan Aipda Ambarita dalam tarian tradisional Sadbor.

Warga tari bersama Pak Bhabin dan Aipda Ambarita dalam tantangan TikTok

Tetapi sekarang bagian pembuka telah diperbarui.

"Bila beras sudah habis," bertanyalah Ambarita.

"Kerja," seru warga serempak.

Bapak Bhabin dari Satlantas menanyakan kembali.

"Kerja apa?"

"Menari," balas penduduk itu, kemudian semuanya tergelak.

*/)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Perhatikan pula berita atau detail tambahan yang ada di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar